"Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan orang asing atau orang yang sekedar melewati jalan (musafir)"

Senin, 10 September 2012

Berat Badanku


Dulu rata-rata berat badanku 49kg, maksimal 50kg. Suatu keprihatinan mengingat tinggi badanku yang menjulang sampai 178cm. Tak heran jika pas tingkat pertama di IPB, saya terpilih sebagai salah satu anggota "feedeng program". Suatu program pertolongan buat mahasiswa-mahasiswa yang katanya kekurangan gizi alias menderita gizi buruk...hixhixhix...Menyedihkan memang, dan untuk mengenang memori itu, tetap saya simpan kartu anggotanya.

Dan sekarang, timbangan yang saya injak menunjuk angka 87kg...koq bisa begini? karna jika diperbandingkan, intensitas makan sekarang jauh lebih berkurang dibandingkan saat kuliah dulu. Apa mungkin timbangannya yang berusaha menghibur saya, seolah-olah mau mengabarkan bahwa saya bukan lagi penderita gizi buruk? atau ada penyebab yang lebih masuk akal?

Pas saya tanya ke istri, yang notabene lulusan gizi, dia hanya tersenyum. Apa sarannya sebagai ahli gizi bagi orang yang didiagnosa menderita obesitas seperti saya sekarang? Dia hanya bilang, "yang penting sehat, dan semoga kenaikan berat badanmu diikuti dengan kenaikan cintamu kepada Allah, dan tentunya kepadaku"...Sejuk benar mendengar ucapannya, mungkin berat badanku naik drastis gara-gara saya menikah dengan seorang ahli gizi. Meskipun ga bekerja dikantor seperti teman-temannya yang lain, istriku termasuk ahli gizi yang berhasil menyelamatkan salah satu penderita gizi buruk.

15 komentar:

  1. cie ahli gizii
    cukupkan saja..tapi ada warning di walik lebih dari 85kg dilarang melintas wahana wisata air

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha, nek neng walik ora olih ya wis gawe wahana air dewek...aamiin

      sing penting mboten enten warning nang futsalan...haha

      Hapus
  2. Isti seperti itu justru sering diledek:
    "Aduh kok ngak berahasil mengurus suami", hehe...

    Tapi memang laki2 seiring bertambah usia kalau ndak olah raga, BB akan melonjak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Olahraga koq bun...
      rutin main bola meskipun hanya di Playstation,,hehe

      Hapus
  3. Wow... Trnyata istrinya seorang ahli gizi toh.

    Cie.. Cie.. Sprtinya rumah tangga kalian harmonis bgt ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin...Sebenarnya bukan ahli gizi tapi pernah kuliah di jurusan gizi

      Hapus
  4. nah, bener tu Mas istrinya. yang penting sehat. mau berat badan 200 asal sehat dan lincah, hambatan tak jadi soal.
    akeh2 mangan dages karo mendoan, sehaat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. dage : didahar age-age
      mendoan : mendo-mendo dipangan

      makanan wajib dikeluarga saya...oo,jangan-jangan dua produk itu yang bikin BB saya melonjak?

      Hapus
  5. gausah bersedih...
    dulu aku berangkat ke tambang di angka 68
    sekarang cuma nyisa 52
    hiks...

    BalasHapus
    Balasan
    1. turun 14kg mas? berarti panjenengan menderita gizi buruk tu...haha

      yang penting kitanya enjoy mas

      Hapus
    2. yang paling dominan kayaknya karena kurang penyaluran, bro..
      hiks..

      Hapus
  6. subhanallah...kok bisa ya -____- *smirk*

    BalasHapus
    Balasan
    1. pertanyaannya sama, koq bisa ya? belum ketemu jawabannya tapi faktanya bisa begini

      Hapus
  7. kesehatan mahal harganya...bagus tuch jg kesehatan

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener mba, kesehatan dan waktu luang adalah 2 kenikmatan yang sering kita lalaikan

      Hapus