"Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan orang asing atau orang yang sekedar melewati jalan (musafir)"

Rabu, 09 Januari 2013

Belajar dari Messi

Ada yang bilang kalo 2012 tahunnya pesepakbola bernama messi. Rekor demi rekor dia pecahkan, mulai dari pencetak gol terbanyak selama setahun dengan 91 golnya sampai satu-satunya pemain yang mendapatkan gelar pemain terbaik dunia ke-4 berturut-turut. Tapi tetep, rekor yang paling fenomenal adalah pemain yang paling banyak mecahin rekor.

Ada yang unik dari serangkaian acara penghargaan pemain terbaik dunia kemarin. Dua hari sebelum acara itu berlangsung, pihak keluarga dari pemain yang masuk nominasi diwawancarai perihal kehidupan kecil sang pemain. Iniesta diwakili oleh bapaknya, Ronaldo diwakili trainer masa kecilnya, dan Messi diwakili oleh kakak kandungnya. Kakak messi mengisahkan bahwa sewaktu kecil, setiap ulang tahun pasti messi selalu minta hadiah bola, kalo ga dituruti ya marah.

Apa pelajarannya?

Kita kadang merasa jengkel bahkan marah ketika adik, ponakan atau bahkan anak kita sendiri merengek meminta sesuatu. Apalagi jika yang diminta itu sifatnya berulang-ulang. Dan yang lebih parah lagi kalo setelah puas marah, kita tetep menuruti permintaan anak. Ini jelas kesalahan, kenapa? karna anak itu akan "niteni". Jadi akan muncul dalam otaknya, minta sesuatu pasti akan dikasih meskipun dimarah-marahi dulu.

Jadi baiknya gimana?

Kalo memang permintaan itu manfaat dan kitanya mampu, belikan saja, dan ini yang lebih penting. Jangan lupa Mendoakan kebaikan buat anak-anak kita sesuatu yang berhubungan dengan permintaannya. Bayangkan saja, jika messi minta bolanya sejak umur 9 th, berarti permintaannya dia pas ulang tahun sudah mengumpulkan bola sebanyak 8 bola, karna messi mulai karir sepakbolanya sejak umur 17 th. Dan hasilnya, anak kecil yang merengek minta bola pas ulang tahunnya ternyata mendapatkan bola emas untuk ke-4 kalinya secara berturut-turut. Siapa tahu, ini doa dari salah satu keluarganya pas kecil.

Jadi kalo ada adik, ponakan atau anak kita sendiri minta ice cream ya jangan jengkel, doakan saja semoga kelak dia jadi pengusaha ice cream yang sukses. Mungkin sekarang saya memiliki dua outlet mie ayam juga karna doa ibu pas dulu saya kecil sering minta mie ayam, dan memang kalo saya minta mie ayam, pasti ibu selalu membelikannya.

Minggu, 06 Januari 2013

Alhamdulillah, Kerjaan Baru..



Pekan ini mulai marketing, dibantu 2 sahabat terbaik : Naim dan Huda. Mudah-mudahan menjadi salah satu jalan dari datangnya rizki yang halal dan baik. Dan tak lupa, mudah-mudahan terhitung sebagai amalan dari firman Allah : "faidza faraghta fanshab"/jika sudah selesai urusan maka kerjakan urusan yang lain, dan semoga juga, tidak terpedaya sehingga berharapnya hanya kepada ALJABAR, tetapi hanya kepada Pemberi Rizki, berdasarkan firmannya "wa ila rabbika farghab"/dan hanya kepada Rabbmulah hendaknya kamu berharap

Mau Nikah, Pilih Mana?

Ini bukan soal memilih calon pasangan yang akan dinikahi, ini hanya soal memilih cara pernikahan.

Di Arab Saudi dan Yaman, untuk menikah, seorang laki-laki itu harus mengeluarkan mahar yang cukup besar, minimal 15 juta kalo dikurskan ke rupiah. Punya uang segitu ya baru bisa nikah.

Di Indonesia, mahar yang notabene adalah salah satu rukun nikah perhitungannya relatif lebih murah. Paling banyak ya uang max 5 jutaan, atau emas max 5 gram, atau 2 keping dinar, dan biasanya cukup perlatan shalat dibayar tunai.

Jelas mahar di Indonesia lebih ringan dibandingkan dengan di Arab Saudi maupun Yaman. Eits, tunggu dulu, ini bukanlah sebuah kesimpulan. Meskipun terbilang mahal, tapi di Arab Saudi dan Yaman itu tidak ada walimatul 'ursy atau perayaan pernikahan yang semegah di Indonesia. Paling cuma motong 2 ekor domba. Bagaimana di Indonesia? mahar memang murah, tapi di negeri yang kita cintai ini ada budaya "besanan/seserahan" yang kalo diitung-itung nilainya diatas 10 jutaan, belum lagi pas walimatul 'ursy, harus nyewa gedung lah, pake WO yang keren lah, undangan harus indah lah, dan lain sebagainya. Bahkan untuk foto pre wedding aja kudu ngrogoh kocek minimal 3 juta.

Kesimpulannya, di Indonesia itu mahar untuk menikah itu memang murah tapi GENGSI DAN ADATNYA yang mahal